Haii aku hadir lagi hehe..
Kali ini aku mau cerita sedikit tentang baby rainbowku. Alias bayi pelangiku. Bukan berarti dia berwarna pelangi ya, tapi itu hanya sebutan untuknya.
Apa itu baby rainbow?
Baby rainbow atau bayi pelangi itu sebutan untuk bayi yang dilahirkan oleh ibu setelah ibunya mengalami kehilangan seperti keguguran. Nah anakku ini termasuk baby rainbow, karena ia hadir setelah sebelumnya aku mengalami keguguran. Sebelumnya memang aku mengalami keguguran BO alias blight ovum. Lebih lengkapnya bisa baca di postingan aku tentang bagaimana cerita tentang hamil kosong.
Mengulik ke belakang, aku waktu itu keguguran dan dikuret tanggal 26 April 2021. Menunggu lumayan lama buat aku bisa hamil lagi. Karena aku mendapatkan tes garis dua itu pada tanggal 8 April 2022. Lumayan lama bukan?
Kurang lebih setahun aku menunggu untuk hamil lagi, dan akhirnya setelah lumayan lama aku dikasih. Alhamdulillah Masya Allah senang sekali.
Upaya untuk bisa hamil
Gak cuma menunggu dan menunggu, banyak hal yang aku lakukan untuk aku bisa hamil lagi ya. Aku gak diam saja, tentunya banyak usaha yang aku lakukan. Bahkan bisa dibilang apapun yang orang bilang, aku lakukan dan aku meminumnya.
Beberapa cara yang aku lakukan untuk bisa hamil :
1. Minum buah dzuriat
2. Mengonsumsi vitamin E
3. Ubah pola makan dan pola tidur
4. Mengonsumsi asam folat
5. Tidak stres dan pasrahkan padaNya
Yappp..
Begitu banyak cara yang aku lakukan, meskipun sebelumnya aku pernah hamil dan aku yakin aku bisa hamil lagi, tentu saja aku khawatir karena menunggu waktu lama tapi tidak kunjung hamil juga. Sampai-sampai aku beli produk untuk kesuburan melalui online dan mengonsumsinya. Di aku, mengonsumsi buah dzuriat, mengonsumsi vitamin E tidak menghasilkan apapun.
Alhamdulillahnya setelah aku ubah pola makan dan pola tidur, kemudian aku mengonsumsi asam folat di pagi hari, dan tentunya tidak stres, aku berhasil hamil.
Garis Dua Itu Hamil
Di pagi yang tepatnya itu di bulan puasa, memasuki hari ke 7. Aku gak nyangka kalau pada akhirnya aku hamil. Di bulan sebelumnya aku haid tanggal 9 Maret 2022. Aku gak berharap lebih, tapi entah kenapa feelingku itu tidak pernah salah. Di tanggal 8 April, aku belum telat haid tapi aku memutuskan untuk cek kehamilan secara mandiri yaitu melalui tes urine menggunakan tespeck. Biasanya orang-orang akan menunggu telat haid dahulu ya baru cek kehamilan, tapi aku justru udah ga sabar karena biasanya sebelum telat haid kalau memang hamil hasilnya akan garis dua meskipun belum jelas.
Nah di pagi itu, sebelum sahur aku memutuskan untuk cek kehamilan. Begitu hasilnya garis dua, aku langsung lari dan memberitahu suami bahwa aku hamil. Tentu hal yang sangat membahagiakan untuk suami aku juga. Karena ini yang ditunggu-tunggu olehnya. Sampai-sampai suamiku tidak mengatakan hal apapun saking bahagianya.