Minggu, 09 Agustus 2026
Jumat, 07 Agustus 2026
Culture Shock Menjadi Orang Purbalingga Yang Aku Rasakan
Selamat pagii..
Aku bikin tulisan ini kebetulan masih pagi hari ya, makanya aku nyapa kalian yang baca ini selamat pagi. Gaes.. Kamu tentu sudah baca dong info tentangku yang pernah aku post sebelumnya? Aku sudah menikah di tahun 2020. Aku menikah dengan orang Purbalingga yang geser ke selatan sedikit dari Pemalang hehe.. Sebagai orang Pemalang yang memiliki suami orang Purbalingga, tentu saja perbedaan itu ada loh
Perbedaan-perbedaan ini tidak hanya dari segi kosa kata, namun juga dari kebiasaan yang dilakukans setiap hari. Apa iya? Iya.. singkatnya begini. Aku memang setiap hari tinggal di Pemalang karena kebetulan suamiku kerjanya juga di Pemalang jadi biar pulangnya deket, dan juga biar bisa bertemu setiap hari. Meskipun tiap hari di sini, bukan berarti ga pernah ke Purbalingga ya. Aku juga sering mengunjungi rumah mertuaku di purbalingga, khususnya di hari libur yang cukup panjang seperti lebaran dan hari besar lain. Biasanya aku kesana itu 2-3 hari, tapi kadang juga singkat hanya satu hari satu malam saja.
Nah, setelah aku menikah dengan suamiku ada banyak kebiasaan yang menurutku sangat berbeda dengan kebiasaan yang aku lakukan disini. Sebuah culture shock karena aku merasakannya cukup bingung di awal dan merasa ini cukup aneh bagiku. Ya meskipun lama-lama akhirnya cukup terbiasa.
Apa Saja Culture Shock yang Dirasakan?
Sebelum membahas lebih dalam lagi, kamu pasti ada yang bingung kan, apa sih itu culture shock. Yaps, culture shock merupakan situasi atau perasaan cemas, bingung ketika menghadapi sebuah lingkungan yang baru. Termasuk aku ini, di awal-awal yang bingung, karena bagiku di purbalingga adalah lingkungan yang baru. Beberapa culture shock yang aku rasakan diantaranya :
1. Perbedaan Logat dan Komunikasi
Kami sama-sama di lingkungan ngapak, bahasa yang kami gunakan adalah bahasa jawa ngapak. Tapi ternyata meskipun sama-sama ngapak ada banyak bahasa yang menurutku cukup membuat aku bingung. Misalnya untuk penggunaan kata "tatakan gelas" ditempatku disebut dengan "ciri", sedangkan di tempat suamiku menggunakan kata "lambar" . Ditempat suamiku, kata "ciri" justru digunakan untuk tempat mengulek sambal atau cobek. Cobek ditempatku disebut dengan kata coet. Cukup berbeda bukan?
Tidak hanya itu, sederhana saja untuk penggunaan kata kamu ditempatku lebih banyak menggunakan kata sampeyan, njenengan atau koen. Sedangkan di purbalingga menggunakan kata "Ko". Bahasa lain, misalnya untuk rak piring, ditempatku menggunakan kata rak piring atau sragen, sedangkan ditempat suamiku disebut dengan paga-paga.
Perbedaan yang cukup lumayan membuatku sering bingung. Karena pernah sekali Aku disuruh mengambil tatakan gelas di rak piring, aku justru diam saja dan tidak mengambil apapun. Aku belum tahu arti dari bahasa yang digunakan.
2. Perbedaan Untuk Sumbangan Hajatan
Hajatan umumnya dilakukan oleh masyarakat yang akan melangsungkan pernikahan atau akan mengkhitan anaknya. Biasanya saat tetangga hajatan, kita akan memberikan sumbangan kepada mereka. Ini cukup berbeda yang ada ditempatku dan tempat suamiku. Perbedaan paling mendasar adalah besarnya sumbangan dan tata caranya.
Jika ditempatku saat orang lain hajatan, kita membawa beras berapa liter dan uang berapa, nanti ditempat hajatan tesebut akan dicatat. Kemudian nanti akan disuruh untuk medang alias makan jajan yang sudah disediakan. Pulangnya nanti akan dibawakan berkat berupa nasi dan lauk-pauk. Sedangkan ditempat suamiku, hajatan bebas membawa apapun, jika di tempat bukan saudara umumnya hanya membawa uang saja dan tidak besar. Uang yang dibawa ini tidak dicatat, karena paling penting adalah hadir di tempat tersebut.
Saat ditempat hajatan, kita akan disuruh untuk medang atau makan jajan kemudian disuruh juga untuk makan nasi prasmanan yang sudah disediakan. Berkat yang dibawa pulang nanti bukanlah berupa nasi, melainkan makanan mentah biasanya mie instan, minuman teh dan juga jajan bungkusan yang sudah disiapkan.
Hal lain yang perlu kamu tahu, ditempatku jika saat kita hajatan orang lain tidak datang dan tidak ada catatan sumbangan maka saat orang tersebut hajatan kita tidak wajib untuk datang. Kalau ada catatannya, maka wajib datang dan membawa uang ataupun beras sesuai yang ada didalam catatan. Sedangkan di tempat suamiku, saat diundang harus datang meskipun kita hanya hajatan satu kali dan orang tersebut sudah 10x. Bayangkan saja, jika setiap bulan ada 10 orang maka harus mempersiapkan uang yang cukup banyak untuk sumbangan hajatan.
3. Perbedaan Sumbangan Lahiran
Saat ada orang atau tetangga lahiran umumnya kita akan menjenguk untuk melihat si bayi. Bawa atau tidak bawa, yang penting datang untuk menjenguk. Eh tapi kalau ga bawa ya gimana yaa.. hehe.. Ditempatku ga wajib dateng sih, soalnya sistemnya cukup berbeda dengan yang ada ditempat suamiku. Kalau ditempatku, aku hanya datang ke tempat teman atau saudara saja. Menjenguk dengan membawa perlengkapan bayi, dan lain-lain. Apapun yang kita bawa nantinya akan dicatat dan ketika aku melahirkan barang-barang tersebut akan dikembalikan lagi dengan jumlah yang sama. begitu juga sebaliknya.
Tapi ditempat suamiku, siapapun yang melahirkan wajib dijenguk dengan membawa uang ataupun lainnya. Menjenguk bayi ditempat suamiku disebut dengan Muyi. Umumnya saat menjenguk akan membawa uang yang diamplop, kemudian saat pulangnya akan dibawakan sabun atau detergen yang sudah disiapkan. Misalnya orang tersebut datang ke tempat kita saat kita lahiran, kita tidak wajib nyaur atau bayar saat muyi, tapi bisa saat anaknya khitan atau hajatan lain.
Selasa, 14 Juli 2026
Catatan Kecil Untuk Anak Pertamaku Mazaya
Mazayaku..
Mungkin kamu akan baca tentang blog ini setelah beberapa tahun mama buat. Atau mungkin kamu baca blog ini setelah kamu menginjak usia remaja. Kamu tidak tau kapan mama nulis di blog ini. Kamu juga tidak melihat kapan mama menulisnya. Tapi percayalah, disini mama menulis blog ini catatan ini dengan penuh rasa sayang dan cinta sama kaAmu.
Anakku..
Kamu adalah anak pertamaku yang aku lahirkan ke dunia ini setelah perjuanganku untuk bisa mendapatkan anak di 2022. Kamu juga anak kedua mama yang mama kandung. Setelah di 2021 mama harus kehilangan anak yang mama harapkan. Kamu hadir memberi warna baru buat mama. Kamu hadir memberi semangat baru buat mama. Kamu juga hadir memberi kebahagiaan baru buat mama.
Tepatnya di 23 desember 2022, yang awalnya mama perjuangkan kamu untuk bisa lahiran normal, namun demi keselamatan kamu, mama harus lahirkan kamu dengan operasi secar. Tidak ada bedanya untuk mama, hanya saja mama harus sedikit lebih berjuang lagi untuk kesembuhan luka mama. Sakit memang nak, karena mama harus belajar duduk, belajar berdiri lagi dan belajar berjalan lagi. Tapi, percayalah nak sakit yang mama rasakan tidak terasa manakala mama mendengar tangisanmu dan melihat wajahmu.
Sayatan kecil di perut mama menjadi pertanda bahwa kamu sudah mama lahirkan. Luka yang mungkin membekas sampai mama tua nanti, akan menjadi kenangan bahwa kamu tumbuh di perut mama, dan lahir dari mama.
Nak..
Terimakasih ya, setelah kamu ditanya oleh malaikat dan diperlihatkan bagaimana kamu akan hidup di dunia ini, kamu tetap memilih mama untuk jadi mamamu. Terimakasih ya kamu sudah tumbuh dan besar di perut mama. Terimakasih ya karena kamu memutuskan untuk hidup bersama mama.
Mama dan bapamu bukanlah orang yang sempurna nak, bukan orang yang kaya harta dan kaya akan segalanya. Mama dan bapamu hanyalah orang biasa yang hidup sederhana. Tapi percayalah nak, hadirnya kamu di hidup kami membuat kami merasa sangat kaya. Karena kami memiliki putri yang sangat cantik sepertimu. Meskipun kami tidak memiliki banyak harta, kami akan berusaha dengan baik untuk selalu mewujudkan apapun yang kamu minta. Kami juga berusaha untuk memberikan yang terbaik untukmu.
My Baby Rainbow Atau Bayi Pelangi
Juli 14, 2026 baby rainbow, bayi pelangi, rainbow baby No comments
Apa itu baby rainbow?
Upaya Untuk Bisa Hamil
- Minum buah dzuriat
- Mengonsumsi vitamin E
- Ubah pola makan dan pola tidur
- Mengonsumsi asam folat
- Tidak stres dan pasrahkan padaNya
Garis Dua Itu Hamil
Kamis, 30 Oktober 2025
Jatuh Cinta Berulang Kali Dengan Orang Yang Sama, Mungkinkah?
Ini soal jatuh cinta. Perihal rasa yang tidak bisa dijelaskan dengan sebuah kata. Meskipun hampir setiap orang pernah merasakannya. Tapi percayakah bahwa jatuh cinta berkali-kali dengan orang yang sama itu ada?
Sebagian dari kamu mungkin tidak percaya dengan hal demikian, terlebih jika kamu menghabiskan waktumu itu dengan berganti-ganti pasangan. Bukan hal mustahil, jika dalam kurun waktu satu tahun saja, mungkin kamu sudah mencintai lebih dari 3 orang yang berbeda. Ini hal yang wajar tentunya, sebab mencari yang benar-benar kita cintai sepenuh hati memang memerlukan lebih banyak waktu.
Jatuh cinta bagi sebagian orang merupakan suatu hal yang mudah. Akan tetapi, menjadi hal yang sulit juga untuk dilakukan oleh orang yang sulit untuk move on. Seringkali, ada yang sudah putus cinta memutuskan untuk tetap sendiri dan memilih untuk tidak mengenal lawan jenis lagi. Selain karena memang menjadi trauma, biasanya orang lebih ingin memilih untuk menghabiskan waktunya untuk sendirian agar lebih bermanfaat.
Alasan Tetap Bersama Satu Orang Dalam Waktu Yang Lama
Belajar dari sebagian orang yang merasa bosan untuk kembali mengenal dari awal, banyak sekali yang memilih untuk tetap bersama dengan orang yang sama dalam kurun waktu yang lama. Tentu ada banyak alasan yang mendukung hal tersebut.
Misalnya..
- Orangnya Setia
- Tidak Pernah Bohong
- Tidak neko-neko
- Effort dalam segala hal