Bagaimana sih jadi ibu rumah tangga itu? Itulah yang selalu ada dalam benakku. Penasaran dan penasaran rasanyam karena Setelah beberapa bulan lalu aku harus kehilangan calon buah hatiku, saat ini aku memutuskan untuk berhenti bekerja. Iya, resign istilahnya.
Hal yang cukup berat untuk aku jalani awalnya. Tapi, keputusan ini sudah aku fikirkan jauh-jauh hari sebelum aku mantap untuk resign. Hmm.. Iya, cita-citaku memang dulu menjadi wanita karir yang bisa menghasilkan uang sendiri, bisa beli apa-apa sendiri, dan lain-lain.
Bukan karena suami tidak mampu menafkahi, tapi menjadi wanita karir bisa mengangkat derajat sendiri. Tidak dipandang rendah oleh orang lain dan tentunya tetap bisa mengurus rumah tangga.
Tapi, aku berubah fikiran setelah aku mengalami hal yang tidak aku inginkan. Ya, aku kehilangan calon anakku. Sebenarnya bukan karena pekerjaan yang membuat aku harus kehilangan anakku. Karena aku tahu, bila Allah belum yakin, aku tidak bekerja sekalipun tetap belum dikasih karena belum rejeki.
Mungkin di luaran sana banyak yang mengira bahwa aku keguguran karena aku terlalu capek dengan pekerjaanku sehari-hari. Karena aku terlalu banyak duduk saat bekerja. Atau mungkin banyak yang mengira aku lelah karena harus telalu banyak berfikir. Semua nggak kok, mereka aja yang terlalu banyak mengira-ngira tentang aku. hehe..
Keputusan Berat Untuk Resign Dan Menjadi Ibu Rumah Tangga
Sebelum ada di keputusan yang cukup berat ini, kebetulan aku kerja di perusahaan yang dulu itu kurang lebih 6-7 tahun. Waktu yang cukup lama, karena disini aku tau bagaimana awalnya perusahaan itu berdiri hingga sekarang. Aku mengenal banyak teman, mendapatkan ilmu yang sebelumnya ngga pernah aku dapat, bisa tau tentang dunia maya dan lain-lain.
Awalnya yang hanya berniat untuk bekerja saja, tapi disini pula aku bisa dapatkan jodoh wkwkk. Ya,,, jodoh ngga ada yang tahu yaa..
Disini aku bertemu dengan suami, disini aku bisa dapatkan jodoh. Disini pula tempat aku bekerja terakhir kali hingga saat ini aku menjadi ibu rumah tangga. Keputusan yang berat karena aku harus meninggalkan pekerjaan, harus berpisah dengan teman-teman dan juga harus siap tidak bergaji.
Hal yang cukup berat bukan awalnya?
Tapi ternyata..
Setelah kurang lebih 5tahun aku tidak bekerja dan saat ini menjadi ibu rumah tangga, aku menikmatinya. Aku tidak lagi penasaran bagaimana jadi ibu rumah tangga yang sesungguhnya. Meskipun aku tidak lagi memiliki gaji bulanan yang aku dapatkan setiap di akhir bulan. Tapi aku tetap bisa mendapatkan uang tambahan dari jualan onlineku, sekaligus bisa tetap melayani suamiku dengan baik.
Toh nyatanya, menjadi ibu rumah tangga tidak seutuhnya pengangguran. Sebab ada banyak pekerjaan rumah yang menanti, disamping itu di sela-sela kesibukanku aku tetap bisa berbisnis apapun untuk menghasilkan uang sendiri.
Bisnis Rumahan Yang Aku Jalani Sambil Mengurus Anak
Aku sebenarnya berbisnis sampingan bukan hanya saat menjadi ibu rumah tangga, aku justru dari dulu senang berbisnis guna mendapatkan uang tambahan. Bahkan bisnis sampingan ini aku jalani saat aku masih sekolah. Bisnis yang aku jalani berbeda-beda ya, tidak sama seperti dulu saat sekolah, aku menjalani bisnis ini jenisnya berbeda lagi. Adapun beberapa jenis bisnis yang pernah aku jalani diantaranya :
a. Bisnis Jualan Pulsa
Saat aku masih sekolah, dulu aku nyambi jualan pulsa hp untuk mendapatkan uang saku tambahan. Bermodalkan Rp.500rb rupiah, aku memulai bisnis sebagai saldo awal. Dulu bisnis ini sangat bagus, karena sangat jarang yang memiliki aplikasi untuk membeli pulsa tidak seperti sekarang. Selain itu, komunikasi yang hanya menggunakan telepon dan sms menjadikan kebutuhan pulsa cukup besar.
Saat aku berbisnis pulsa ini, aku menjualnya dengan keuntungan yang cukup menipis. Hanya kisaran 1rb-2rb rupiah pertransaksi. Artinya, per500rb aku hanya memperoleh sekitar 50-100rb saja.
b. Bisnis MLM Jual Produk Kecantikan
Masuk tahun 2018 sebagai karyawan, aku tentunya sudah mulai paham alur bisnis yang aku jalani. Tidak lagi jualan pulsa karena penjualan pulsa menurun, di tahun ini aku mulai untuk berbisnis lainnya. Salah satunya bisnis MLM. Bisnis MultiLevel Marketing awalnya hanya untuk iseng saja, karena memang tidak ada modal di awal. Aku hanya diwajibkan untuk membeli produk dan otomatis menjadi member di salah satu MLM tersebut.
Di awal, aku dulu diperkenalkan berbisnis MLM oriflame. Tahun tersebut bisnis ini cukup banyak diminati, karena produk-produk yang dijual cukup laku dipasaran. Sayangnya, dengan harganya yang cukup mahal, bagi aku yang hidup di perkampungan sangat sulit untuk mendapatkan pelanggan.
MLM yang kedua yang aku jalani adalah Natural Nusantara. Bisnis yang satu ini aku jalani dimulai juga di 2018. Tahun tersebut menjadi awal aku kenal produk Nasa. Sebab, kebetulan bos ditempatku kerja menjadi stokis dari bisnis ini. Sehingga cukup mudah untuk mendapatkan produk NASA untuk diperjualkan,
Untuk bisnis yang satu ini, aku jalani hingga sekarang. Meskipun tidak terlalu aktif mempromosikan, aku tetap menerima bagi siapa saja yang mau beli produk NASA. Aku juga melayani pembelian produk tersebut melalui online maupun offline.
Kemudian di tahun 2019 akhir, aku tergiur lagi dengan MLM lain yang dianggap lebih menguntungkan untuk dapatkan uang. Bebarengan dengan rencanaku untuk menikah yang membutuhkan uang cukup banyak, menjadikan aku harus berputar otak untuk mendapatkan uang. Sehingga aku memilih untuk berbisnis Naturaworld. Pada bisnis inipun, aku menjual produk kecantikan lagi, hanya saja untuk produknya lebih sedikit sehingga lebih mudah di pahami.
c. Bisnis Jual Pakaian Muslim
Kebutuhan akan pakaian menjadikan aku berfikir untuk menjadi salah satu reseller penjualan produk pakaian muslim. Terutama saat mendekati waktu lebaran, bisnis ini cukup menguntungkan karena permintaan gamis dan pakaian muslim cukup meningkat. Aku tidak mengambil keuntungan yang besar di bisnis ini, sebab keuntungan yang aku peroleh sudah ditentukan dari pihak pusat. Tugasku hanyalah mempromosikannya saja.
Ketika ada yang hendak membeli, orang tersebut akan membayarnya. Karena sistemnya nyicil, tentunya ini sebuah keuntungan bagi mereka. Sembari menunggu barangnya ready, orang akan sedikit demi sedikit mengumpulkan uang untuk membayar. Untuk bisnis ini, sudah aku jalani dari 2019 hingga sekarang. Meskipun keuntungan tidak besar, namun jika pembelinya cukup banyak maka keuntungan tersebut bisa untuk membeli gamis yang aku inginkan.
d. Bisnis Jual Beli Emas
Menjual dan membeli emas adalah bisnis yang aku jalani di akhir-akhir tahun ini. Dimulai pada akhir 2025, aku menjual emas ke salah satu teman, kemudian aku berniat untuk bergabung menjadi reseller. Berjalan kurang lebih 3 bulan, aku rasa keuntungan yang aku peroleh tidak sesuai dengan keuntungan yang seharusnya aku dapatkan. Dengan sistem komisi, artinya keuntungan yang aku peroleh tidak jelas hitungannya.
Kemudian, aku mencoba untuk mencari tempat atau pusat penjualan emas yang harganya lebih tinggi. Aku menemukannya dengan cepat, dan mencoba untuk menghubunginya. Darinya, alhamdulillah aku diberikan harga transparan, aku bisa mendapatkan keuntungan berapapun yang aku inginkan sesuai dengan transaksi yang dilakukan.
Untuk sejauh ini, bisnis jual beli emas bagi aku sangat menguntungkan karena aku bisa memperkirakan seberapa banyak keuntungan yang akan aku peroleh. Bahkan, jika lagi rejeki aku bisa peroleh Rp.1juta hingga 1,5jt pertransaksi.
Kesimpulan
Menjadi ibu rumah tangga tidak semengerikan yang dibayangkan. Jika berhenti bekerja karena takut tidak memiliki uang sendiri, ku rasa hal ini cukup salah. Karena kita bisa mencoba berbisnis apapun disambi dengan mengurus anak dan suami dirumah.